Probolinggo | Surya-Kegiatan liburan hari Minggu (29/3) empat guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menuai petaka. Perahu motor kecil yang mereka naiki bersama dua orang lainnya pecah akibat ditabrak kapal ikan yang diduga bernama Kapal Motor (KM) Rampas.
Akibat kejadian itu, seluruh penumpang perahu tercebur laut. Namun empat orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya masih dinyatakan hilang hingga Minggu (29/3) sore. Keduanya adalah Sentot, guru SDN Rondokuning; dan Slamet, Kepala SDN.Asembakor.
Korban selamat adalah Bambang (guru SDN Wangkal) bersama anaknya Hendra, Wahyudi (guru SDN Kaliacar 2) serta Hariyono, pemilik perahu yang berukuran 6 m x 1,25 m.
Menurut informasi yang dihimpun Surya, enam orang tersebut tengah memancing di perairan Laut Jawa yang berjarak sekitar 3 mil (4,8 kilometer) dari pantai Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Minggu (29/3).
Namun, ketika asyik memancing, tiba-tiba dari sisi sebelah timur melaju dengan cukup kencang kapal motor yang diduga KM Rampas. Nahkoda kapal tampaknya tidak melihat bahwa di depannya ada perahu kecil yang diam dan penumpangnya sedang memancing.
Padahal, ketika jarak antara kapal motor dan perahu masih sekitar 200 meter, para pemancing telah mengibar-kibarkan baju mereka untuk memberi tanda dan meminta perhatian KM agar tidak terjadi tabrakan.
“Begitu sudah berjarak sekitar 10 meter, kami akhirnya melompat,” ujar Hendra.
Akibat hantaman itu, perahu motor kecil yang ditumpangi para pemancing itu pecah. Sedangkan KM Rampas terus saja melaju.
“Baru sekitar 30 menit kemudian, datang perahu motor lain yang menolong kami. Tapi, kami sudah hampir lemas di tengah laut,” tandas Hendra. Sayangnya, para penolong tak mendapati Slamet dan Sentot karena mereka tak terlihat di sekitar tempat kejadian.
Menurut pengakuan salah-satu penumpang, Wahyudi (guru SDN Kaliacar 2), kedua korban yang hilang memang mengaku tidak bisa berenang. “Mereka bilang sendiri selama ini tidak pernah berenang,” katanya.
Kejadian tersebut mendapat perhatian jajaran Polres Probolinggo. “Kami akan terus berkoordinasi dengan tim SAR dan nelayan setempat untuk menemukan korban yang hilang,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Sunardi Riyono, kepada Surya.st4
Editor : jps