Dipimpin Pria Usia 83 Tahun
LONDON | SURYA - Masa pensiun biasanya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mereka yang sudah berusia uzur. Entah untuk melakukan perbuatan baik, ataukah melakukan hal-hal bermanfaat guna mengisi hari tua. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Dennis Hancox, yang tinggal di Chiswick, Inggris.
Tak ada yang menyangka jika pensiunan berusia 83 tahun ini menjadi pemimpin kelompok pemalsu uang kertas di Inggris. Tak tanggung-tanggung, peredaran uang kertas palsu yang dibuat si kakek mencapai delapan juta poundsterling atau sekitar Rp 144 miliar!
Bukan hanya itu. Dalam menjalankan aksi mencetak uang palsu, Hancox ditemani rekan-rekannya –yang rata-rata juga uzur—berusia sekitar 60 tahunan.
Namun kejahatan tetaplah kejahatan. Meskipun para pelakunya sudah uzur, Hancox dkk tetap harus mempertanggungjwabkan perbuatan mereka.
Saat para polisi menggerebek flat kecil milik Hancox, mereka menemukan mesin cetak yang tengah dioperasikan membuat pecahan 20 poundsterling dan 50 euro.
Suara mendengung dan perputaran mesin yang kencang membuat tetangga Hancox komplain. Inilah hal yang secara tidak langsung memanggil polisi untuk datang ke flat milik Hancox. Tidak ada satupun tetangga yang menyangka bahwa si kakek melakukan pemalsuan uang sekaligus mengedarkannya.
Pengadilan Snarebrook Crown kemarin mendengarkan kesaksiannya, bagaimana Hancox membantu jaringan operasi yang juga bergerak di ibukota London dan Glasgow. Hancox juga sempat meyakinkan seorang pria bahwa dia dan klompotannya hanyalah pengusaha yang bergerak di pembuatan kartu Natal.
Uang kertas palsu yang dibuat Hancox dkk lengkap dengan garis-garis dan hologram layaknya uang asli. Rencananya uang tersebut akan dijual 3,5 poundsterling atau sekitar Rp 63.000 setiap lembarnya.
Uang-uang tersebut kemudian akan disebarkan melalui kantor pos, cabang Marks & Spencer, kasino dan toko-toko tempat taruhan. Bahkan mereka tengah menjadwalkan pertemuan di Hotel Claridge di Mayfair. Pertemuan lain rencananya akan dilakukan di klub kebugaran di South Acton, di London Utara.
Barang Bukti
Dalam penggerebekan tersebut, selain menemukan mesin pencetak uang kertas palsu, polisi juga menemukan ribuan lembar uang yang dijadikan barang bukti. Dari lembaran 20 poundsterling palsu, total senilai 600.000 poundsterling. Sedangkan uang lembaran uang Euro yang mereka palsu mencapai dua juta poundsterling.
Barang bukti ini ditemukan di lantai tiga flat milik Hancox. Polisi juga memergoki anggota gang yang meninggalkan flat tersebut sembari membawa karung hitam penuh dengan uang palsu.
“Hancox sempat melontarkan guyonan saat ditangkap. Ia bilang menikmati saat duduk telanjang di antara ‘angka-angka’. Tentu saja yang dimaksudkannya adalah kumpulan uang palsu ini,” ujar Tanya Woolls, jaksa penuntut umum.
Ronan McClintock, dari Bank Sentral Inggris, mengungkapkan bahwa kelompok pemalsu uang yang dipimpin Hancox cukup profesional. Karena, uang kertas palsu pecahan 20 poundsterling buatan Hancox cs itu hampir tanpa cacat. Hanya, potret Ratu Inggris terlihat sedikit kabur, dan kertas yang mereka gunakan bukan kertas berbasis kapas seperti yang digunakan Bank Sentral Inggris.
Jumat (27/3) waktu setempat, dakwaan pun dibacakan untuk Hancox dkk. Si pemimpin dituntut hukuman penjara selama sembilan bulan, namun ditunda karena pertimbangan usianya yang sudah uzur.
Adapun rekan-rekannya mendapat hukuman penjara bervariasi. James Allam, 59, dari Hanweell, London Utara; Michael Duffy, 60, dari Chiswick; dan Tony Rees, 46, dari Harold Hill, Essex; masing-masing mendapat hukuman penjara tiga tahun sembilan bulan.
Sheriff Oki, 29, dari Walthamstow, Timur Laut London, dipenjara satu tahun sembilan bulan. Donald O’Flyyn, 67, dari Dunstable, Bedfordshire, dipenjara satu tahun. Sedangkan James Watson, 58, dari Casrlemik, Glasglow; dan Angus Weaver, 52, dari Bethnal Green, London Timur; juga dipenjara selama satu tahun. mail/tis
Editor : Sugeng Wibowo