Home » Citizen Reporter

Musim Srikaya

BELUM usai musim durian yang berbarenngan dengan musim rambutan kemudian dilanjutkan dengan musim duku, akhir-akhir ini di sepanjang jalan protokol di kota Gresik dan di jalur utama komplek perumahan Gresik Kota Baru banyak kita jumpai buah Menuwo atau disebut juga dengan buah Srikaya bahkan ada yang menyebutnya sebagai buah Nona.

Ibu-ibu separo baya tanpa rasa takut karena terguyur air hujan yang belakangan ini tetesan curahannya lebih rutin dan banyak dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, bahkan oleh teriknya sinar matahari manakala sedang tidak diguyur hujan, mereka dengan ikhlas menggelar dagangannya di emper dan trotoar untuk menjaring pembeli.

Sebutir besar ditawarkan dengan harga Rp 2.000 per buah, sedangkan Rp 1.000 untuk ukuran yang lebih kecil. Buah Srikaya atau Menuwo ini merupakan produk buah lokal dari sekitar Kabupaten Gresik di pesisir utara hingga ke arah barat sampai dengan Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, bahkan lebih ke barat lagi hingga Kabupaten Tuban dan Rembang (Jawa Tengah).

Di tempat-tempat tersebut banyak kita jumpai pohon Srikaya atau Menuwo yang saat ini sedang musim-musimnya atau sedang panen raya. Buah Srikaya atau Menuwo sepintas seperti granat tangan, bedanya benda ini jika dibelah dan dimakan terasa manis rasanya putih dagingnya menutupi isinya yang hitam seperti biji buah sawo kecik.

Suatu ketika saya luangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan salah satu Ibu penjual buah Srikaya atau Menuwo yang berada di tepi jalan Jawa Gresik Kota Baru. Salah satu materinya seputar risiko busuk karena buah tersebut relatif cepat masak sehingga risiko kerugian selalu datang menghantui, ternyata dugaan saya meleset. Peminat buah Srikaya atau Menuwo relatif banyak.

Barangkali dikarenakan oleh harganya yang murah dan terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah serta buah Srikaya atau Menuwo tersebut nampak cukup memikat dengan warna hijau kekuning-kuningan disamping tentu rasanya yang nikmat.

Budidaya olahan buah Srikaya atau Menuwo sudah banyak kita temui di mal-mal, baik yang berbentuk sirup maupun dalam kemasan selai serta minuman dalam kaleng/botol.

Selagi masih musim buah Srikaya atau Menuwo, mari beramai-ramai untuk membeli produk buah lokal yang sarat vitamin dan mineral serta murah meriah tanpa harus mengurangi cadangan devisa seperti manakala kita membeli buah impor.

Oleh Nanang B Setiawan
Pekerja BRI Gresik
nhanks1969@yahoo.co.id
www.nanangbsetiawan.blogspot.com

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "