Home » Berita Terkini

Muncul Pengaduan Jiplakan Baru

Jember | Surya-Kasus BKS Jitu jiplakan belum tuntas, kini muncul pengakuan adanya dugaan penjiplakan dari guru SDN Ajung 1, Wiwik Murniati. Dia mengaku, bukunya telah dijiplak penerbit lain.
Buku karya Wiwik itu ditulis bersama Arida Choirun Nisa, Elly Hindariyanti berjudul English for Elementary School atau buku Bahasa Inggris untuk SD. Buku itu rencananya diterbitkan oleh Grasindo-Jakarta diterbitkan oleh Media Ilmu - Sidoarjo.

Wiwik mengaku, ia bersama tim-nya mengajukan proposal pembuatan buku ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Proposal buku bacaan itu juga disampaikan kepada penerbit Grasindo yang tertarik dengan buku tersebut.

Buku Bahasa Inggris itu berisi muatan lokal. Dalam teks bacaannya disebutkan tempat-tempat di Jember, seperti Terminal Tawangalun, Alun-Alun Jember, kantor bupati Jember, Johar Plaza, pemandian Rembangan, Desa Lampeji, stasiun Jember, rumah makan Palem, serta Kantor Pos besar Jember. “Kami membuat buku itu di tahun 2006,” ujarnya.

Ketika akan rampung, Wiwik bersama yang mengetik buku tersebut, Bintoro menyerahkan masterpiece buku itu kepada Kepala Dispendik Jember, Ahmad Sudiyono. Begitu juga master dari revisi buku tersebut April 2006.

Untuk uji coba Grasindo mencetak 1.000 eksemplar. Malahan Ahmad Sudiyono memberikan kata pengantarnya. Para tim penulis buku berharap bukunya menjadi pegangan siswa SD di Jember. “Sesuai perjanjian ada royalti 5 persen,” ujarnya.

Namun ketika lelang buku yang akan dibeli dengan dana APBD Jember sebesar Rp 1,9 miliar, Grasindo kalah. “Jelas kami kecewa. Dalam jawabannya, Grasindo kalah tender karena soal teknis dan harga,” ungkap Bintoro.

Pemenang tender itu penerbit Media Ilmu yang menerbitkan buku berjudul English for Elementary School yang ditulis oleh Sri Kartini. Buku tersebut juga berisi muatan lokal Jember.
“Dari inventarisasi kami, ada 11 item yang menjiplak punya kami. Kami yakin itu punya kami, tapi sayangnya master buku kami telah dipegang oleh kepala dinas pendidikan,” ujar Bintoro.

Pihaknya berharap ada penghargaan dan pengakuan terhadap karya mereka serta meminta agar royalti 1.000 eksemplar itu diberikan. “Kami tidak tahu permainan apa yang terjadi dalam tender itu, tetapi kami berikan penghargaan kepada para penulis, jangan dijiplak,” tegasnya.

Sementara Kadispendik Ahmad Sudiyono belum bisa dikonfirmasi. Dia meminta wartawan menunggu Senin (2/3) pekan depan. “Saya akan konferensi pers,” ujarnya ketika dihubungi melalui telepon.st9

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "