Tuban | Surya-Terus meluasnya air Bengawan Solo juga membuat 11 desa di Kecamatan Rengel dan Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban terisolir, (26/2). Sejumlah ruas jalan, pekarangan dan rumah hunian penduduk di daerah yang berbatasan dengan Bojonegoro tersebut juga ikut terendam air sampai ketinggian rata-rata 60 cm.
Sebelas desa yang terisolir tersebut antara lain Desa Kanorejo, Tambakrejo, Karang Tinoto, Dusun Temulus di Desa Sawahan, Desa Ngadirejo, Dusun Sugihan, Desa Sumberejo, yang semuanya berada di Kecamatan Rengel. Dan Desa Kenongosari, Pandan Wangi, Mojoagung, Menilo dan Glagahsari, serta sejumlah desa lain yang berada di Kecamatan Soko.
Menurut Hidayat, 28, warga Rengel, jalan menuju beberapa daerah tersebut sudah terputus sejak rabu malam. “Sejak malam kemarin genangan air sudah mencapai 1,5 meter dan airnya deras sekali. Tidak ada sepeda motor yang berani melintas disana,” katanya. “Karena itu, warga memilih menggunakan perahu untuk keluar masuk ke desanya,” sambungnya.
Disisi lain, warga yang sudah mulai khawatir melihat air yang terus meningkat sejak pagi kemarin nampak sibuk melakukan evakuasi terhadap hewan-hewan ternak mereka. Mereka memilih mengungsikan hewan ternaknya ke daerah dataran tinggi di Kecamatan Rengel. “Kalau orangnya kan mudah, yang penting hewan-hewan ini dulu diselamatkan,” sambung warga Desa Kanorejo ini.
Hal serupa juga dilakukan warga Desa Karang Tinoto yang memilih mengungsikan hewan piaraannya ke Desa Sawahan. Puluhan Sapi dan Kambing nampak diikat dipinggir jalan datarn tinggi agar tidak terbawa arus banjir.
Dijelasakan, warga disana sudah berusaha mengevakuasi hewan ternaknya sejak rabu kamarin. Pasalnya, sejak rabu warga sudah mengira bakal datang air bengawan dan semakin hari semakin besar. “Kan sudah terlihat tanda-tandanya, selain air semakin deras, angin juga terus kencang sekali,” ungkapnya. st31
Editor : jps