SURABAYA | SURYA-PT Jamsostek (Persero) menargetkan tambahan jumlah kepesertaan mandiri mencapai 5.968 peserta tahun 2009. Target itu optimistis tercapai melihat kebutuhan jaminan sosial oleh pekerja di luar hubungan perusahaan (sektor informal) masih cukup besar di Jawa Timur.
Wakil Kepala Kanwil VI PT Jamsostek Didik Samsul Riadi mengatakan, hingga akhir 2008 jumlah peserta Jamsostek Mandiri mencapai 20.091, di mana sekitar 3.000 peserta berasal dari Surabaya.
“Melihat jumlah peserta yang masih sangat kecil dibanding potensi yang ada, makanya kami akan genjot peserta Jamsostek mandiri sebanyak-banyaknya,” kata Didik, usai penyerahan santunan jaminan kematian kepada sopir angkot peserta Jamsostek Mandiri di Kantor Cabang Darmo, Kamis (26/2).
Sejumlah strategi akan terus dijalankan PT Jamsostek dalam memburu peserta mandiri. Di antaranya, membuka outlet di pusat perbelanjaan seperti di Royal Plasa dan Pakuwon Trade Center (PTC). Dengan pembukaan outlet itu diharapkan bisa mempermudah pekerja di sektor informal masuk menjadi peserta.
Disamping itu, pihaknya juga meningkatkan upaya sosialisasi terhadap para pekerja di luar perusahaan seperti pedagang pasar dan kaki lima, sopir, pekerja lepas, nelayan, honor daerah dan satpol PP. Nilai premi yang diterapkan Rp 300 per hari atau senilai Rp 10.000 per bulan.
Peserta Jamsostek Mandiri akan mendapatkan uang santunan kematian bukan karena kecelakaan, tetapi karena sakit sebesar Rp 16,8 juta. Tetapi bagi peserta Jamsostek mandiri yang mengalami kecelakaan kerja hingga mengalami kematian akan mendapatkan uang santunan Rp 57,2 juta. aru
Editor : jps