SURABAYA | SURYA-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya unjuk gigi dalam bursa calon wali kota Surabaya. Mereka memunculkan sejumlah kader, termasuk Yulyani, perempuan vokal di DPRD Surabaya.
Dengan demikian, Yulyani menjadi penantang baru bagi Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Arif Afandi, dan mantan Ketua DPC PKB Surabaya Wahyudin Husein serta Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh Ismail Mukadar.
Informasi yang dikumpulkan Surya menyebutkan, Yulyani adalah satu di antara 10 kader yang akan diseleksi PKS. PKS juga akan menjaring kader partai lain, seperti kalangan profesional maupun tokoh masyarakat.
Dikonfirmasi hal itu, Sekretaris Bidang Kaderisasi MPW DPW PKS Jatim, Ahmad Jabir membenarkan Yulyani salah satu yang dijagokan, bersama sembilan nama lain. Namun, itu tergantung hasil pemilu legislatif April. “Itupun kalau kursi yang diraih PKS di Surabaya nanti cukup untuk membuat fraksi sendiri,” ujarnya kepada Surya, Rabu (25/2).
Kalau sekarang kursi PKS di DPRD Surabaya hanya 3 biji, maka untuk 2009, ditargetkan membengkak menjadi 12 biji. Kalau itu tercapai, kata Jabir, PKS akan leluasa bermanuver.
Yulyani tergolong kader PKS yang menonjol dengan sikapnya yang kritis terhadap kebijakan Pemkot Surabaya, misalnya soal pajak dan reklame. Dikonfirmasi terpisah, Yulyani terlihat tidak kaget. “Wah, kalau terkait itu (pencalonan sebagai wali kota), saya ketawa aja dulu,” ujarnya spontan.
Ia mengatakan tidak akan menolak keinginan partai, termasuk soal pencalonan wali kota. “Partai kan punya mekanisme dan ada aturannya sendiri. Dan apa kata partai, akan saya jalankan,” tegas anggota MPD DPD PKS Surabaya ini.
Sementara itu, Partai Demokrat Jatim mengatakan belum menentukan nama untuk cawali Surabaya, meski nama Arif Afandi paling menonjol. “Para caleg di Dapil I seringkali ditanya konstituen tentang majunya Pak Arif dalam pilwali,” ujar Yunianto Wahyudi, Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Rabu (25/2).
Yunianto mengatakan partainya tidak akan terpaku pada Arif, karena perlu mencari figur lain. Figur seperti Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Wisnu Wardhana yang lebih lama terjun di partai itu ketimbang Arif juga layak diperhitungkan. “Tapi ini masih harus melihat hasil pileg 9 April nanti,” kata Yunianto, caleg dapil I Surabaya-Sidoarjo ini.
Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat mengingatkan, untuk mengusung calon sendiri dalam pilwali Surabaya nanti, Demokrat Jatim dan Surabaya harus berkonsentrasi untuk meningkatkan perolehan suara dalam pileg ini. “Kalau dapat 20 persen, kami lebih mudah. Tapi soal siapa figurnya, terserah Surabaya dan Jatim,” katanya.uji/bet
Editor : jps