Saksi Mata: Danki Sudah Minta Maaf
LANGSA | SURYA – Sekitar 30 anggota Brigade Mobile (Brimob) Kompi 6 Langsa berbaju preman menyerbu ke Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Langsa dan memukul tiga orang keluarga pasien, Selasa (24/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kasus yang sempat membuat trauma pasien tersebut disebut-sebut berawal dari insiden kecil antara dua orang Brimob dengan korban yang berasal dari Aceh Tengah.
Peristiwa mengamuknya sepasukan Brimob di RS Langsa malam itu menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat dan berkembang cepat dari mulut ke mulut. Meski belum diperoleh konfirmasi resmi, namun beberapa sumber di RS Langsa menyebutkan, malam itu juga Komandan Kompi Brimobda NAD 6 Langsa langsung turun ke lokasi dan meminta maaf kepada keluarga pasien atas terjadinya insiden yang tak diharapkan tersebut.
Bahkan, Danki Brimob juga meminta korban agar diobati. “Danki Brimob terlihat sangat menyesalkan terjadinya insiden itu,” ujar seorang saksi mata yang minta namanya tidak ditulis.
Serambi yang berusaha menghubungi langsung Danki Brimobda NAD 6 Langsa, hingga sore kemarin belum berhasil. Sedangkan Kapolres Langsa, AKBP Marwan Syukur SH MH yang dihubungi per telepon kemarin mengaku belum mendapatkan laporan terkait pengeroyokan oleh sepasukan Brimob di RS Cut Nyak Dhien. “Saya masih di Banda Aceh, coba langsung ke Danki-nya,” kata Marwan.
Dari berbagai sumber lainnya, termasuk saksi mata didapat informasi, kasus itu berawal sekitar pukul 20.30, malam itu juga. Dua anggota Brimob Kompi 6 Langsa yang mengenakan baju preman terlibat perkelahian kecil dengan dua pemuda dari Takengon, Aceh Tengah, yaitu Juardi Efendi (24) dan Syahdiara (18). Juardi dan Syahdiara berada di Langsa untuk membezuk kakak mereka di RS Cut Nyak Dhien.
Menjelang kejadian, kedua pemuda tersebut ke luar untuk membeli bandrek di sekitar kompleks rumah sakit. Ketika pulang, sepeda motor yang mereka kendarai bersisian dengan dua anggota Brimob yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Akibat suara knalpot sepeda motor yang dikendarai Juardi dan Syahdiara terdengar bising (tanpa saringan knalpot) dan agak kencang, membuat
kedua anggota Brimob tersebut merasa tersinggung dan segera mengejar.
Tanpa basa-basi, dua anggota Brimob itu langsung menghajar dua pemuda tersebut. Karena merasa tidak bersalah, salah satu dari pemuda itu berusaha melawan. Namun perkelahian itu terhenti setelah dilerai oleh sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian.
Menyerbu RS
Sejumlah sumber yang ditemui di RS Cut Nyak Dhien menyebutkan, setengah jam berselang dari perkelahian itu, kompleks RS Cut Nyak Dhien yang berada di Jalan TM Bahrum didatangi sekitar 30-an anggota Brimob dari Kompi 6 Langsa. Mereka mengendarai sepeda motor. Mereka langsung berhamburan ke dalam dan luar pekarangan rumah sakit.
Semua orang yang dijumpai langsung ditanyai. Begitu juga dengan seorang anggota satpam yang betugas juga sempat ditarik kerah bajunya sambil menanyakan keberadaan kedua pemuda yang mereka cari. “Satpam RS tak bisa berbuat apa-apa,” kata beberapa saksi mata.
Dengan menggunakan strategi mereka sendiri, anggota Brimob tersebut berhasil menemukan kedua pemuda yang mereka cari (Juardi Efendi dan Syahdiara). Keduanya sedang berada di salah satu ruang perawatan.
Dengan garangnya, sepasukan Brimob itu langsung menghajar Juardi, Syahdiara, dan seorang pemuda lainnya bernama Ardiansyah (17). Akibat aksi itu, Syahdiara mengalami luka di pelipis mata kanannya.
Setelah melampiaskan kekesalan mereka, sepasukan Brimob itu pun langsung ke luar pekarangan rumah sakit. sedangkan ketiga pemuda yang menjadi korban pemukulan, malam itu juga kembali ke kampung asal mereka di Aceh Tengah.yuh/serambi Indonesia
Editor : jps