Home » Nasional & Politik

Marinir Ancam Demonstran Bandel

SURABAYA | SURYA-Pasukan Korps Marinir (Pasmar) I menyiapkan tiga brigade terdiri atas 3.780 personel untuk mengamankan pelaksanaan pemilu. Termasuk yang disiapkan adalah pembubaran demonstrasi yang bandel dan membahayakan masyarakat.

Menurut Komandan Pasmar I Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra, pasukannya dilatih untuk menangani berbagai tingkat bahaya aksi demonstrasi, termasuk yang membandel dan membahayakan masyarakat.

”Kalau prosedur peringatan dan persuasi untuk membubarkan diri dengan tertib serta tembakan peringatan tiga kali juga ditolak, maka bisa saja mereka ditembak kakinya. Kami menyiapkan peluru karet dan peluru hampa,” kata Wayan Mendra, saat gelar pasukan di lapangan Mako Brigif I Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Rabu (25/2).

Ditambahkannya, dari jumlah tersebut satu batalyon disiapkan dan dilatih secara khusus untuk penindakan huru-hara (dakura). Mereka dilengkapi dengan pakaian dan peralatan penindakan huru-hara. Dalam gelar pasukan tersebut, pasukan ini mendemonstrasikan juga ketrampilan kegiatan mereka dalam menghadap kelompok yang ingin menghalangi pemilu.

Dalam latihan tersebut pasukan ini dilengkapi juga dengan sebuah truk water canon untuk penyemprotan air kepada demonstran, satu mobil komando yang memimpin kegiatan menghadang demonstran dan satu mobil ambulans yang secara khusus untuk mengevakuasi jika terjadi korban.

Pasukan penindak huru-hara ini sebenarnya sudah dibubarkan pada 2004 lalu tetapi karena masih dibutuhkan untuk pengamanan khususnya penindakan huru-hara, maka sekarang ini TNI sudah menghidupkan kembali karena peran mereka sangat dibutuhkan.

“Namun saat ini, peralatannya masih sangat terbatas, sehingga yang disiapkan hanya satu batalyon saja,” ujarnya. jos

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "