Madiun | Surya-Tiga belas desa di Kabupaten Madiun terendam banjir dengan kedalaman antara 1-2 meter, sejak Rabu (25/2). Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kendati demikian, warga mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah.
Dalam pengamatan Surya di lapangan, Pemkab Madiun baru membantu satu perahu karet untuk mengevakuasi warga Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Namun perahu tersebut bocor akibat menghantam pepohonan saat warga berebutan ingin naik ke perahu karet tersebut. Warga yang sudah mulai senang ada bantuan evakuasi mulai kelimpungan lagi.
Menurut Suparji, 45, warga Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo yang mengungsi, hingga ketinggian air mencapai 2 meter belum ada bantuan sama sekali dari Pemkab Madiun. Akibatnya, warga langsung mengungsi dan tak sempat menyelamatkan harta benda mereka ke tempat yang aman. “Ya
ng sudah kami selamatkan hanya sebagian saja. Sisanya tergenang didalam rumah,” katanya.
Ratusan rumah dan ratusan hektare lahan tanaman padi yang siap panen di 13 desa dari 18 desa yang ada di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Selain itu banjir juga terjadi di Desa Kedungrejo dan Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Hal itu disebabkan meluapnya Sungai Jeroan dan sejumlah titik tanggul jebol lantaran guyuran hujan yang melanda di wilayah Madiun semalam suntuk. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Surya di lapangan, desa yang terendam adalah Desa Babadan Lor, Jeruk Gulung, Balerejo, Kedungjati, Warurejo, Tapelan, Bulakrejo, Sumberbening, Glonggong, Sogo, Garon dan Gading.
Di Desa Tapelan sebanyak 325 rumah terendam banjir, 30 hektare tanaman padi siap panen, dan 16 kolam ikan hancur. Di Desa Jeruk Gulung sekitar 500 rumah terendam banjir dan 100 hektare tanaman padi terendam banjir. Di Desa Sumberbening sebanyak 305 rumah terendam banjir dan 55 hektar lahan tanaman padi terendam banjir. Luapan banjir terparah terjadi Di Desa Babadan Lor, Balerejo, Jeruk Gulung, Kedungjati, dan Warurejo.
Kepala Dusun Rebahan, Desa Jeruk Gulung, Soedarmono mengatakan, warganya membutuhkan perahu karet. Sebab, kondisi air banjir terus meninggi. Menurutnya, hanya beberapa warga laki-laki yang berani ke luar rumah, sedangkan yang perempuan dan anak-anak terpaksa tetap bertahan di rumah mereka.
Kepala Bakesbangpol Linmas Pemkab Madiun, Agus Pramono, menegaskan jumlah total rumah yang tergenang saat ini masih didata. Menurutnya, banjir kali ini merupakan air kiriman dari Kecamatan Kare dan Gemarang yang berada di Lereng Gunung Wilis. Dampaknya, anak sungai di daerah Sempul dan Garon meluap.
Selain itu, pihaknya telah mendirikan posko penanggulangan banjir di daerah Garon. Perahu karet juga mulai disiapkan untuk mengevakuasi warga jika ketinggian air bertambah. “Yang jelas kami sudah koordinasi dengan Dinas Sosial dan Satlak setempat untuk penyaluran bantuan logistik dan lainnya,” katanya. st14
Editor : jps