Home » Malang Raya

600 KK Bingung Air Bersih Kerugian Akibat Bencana Rp 1,5 Miliar

NGANTANG | SURYA-Sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) di lima dusun di Kecamatan Ngantang yang semula terisolasi karena banjir bandang, Senin (23/2) lalu, kini terancam kekurangan air bersih. Sejak banjir meluluhlantakkan tiga dam, tiga jembatan penghubung serta aliran pipa Hipam, warga harus rela mencari air ke desa tetangga sejauh 3 km.

Para korban banjir bandang ini terpaksa mencari sumber air baru di kaki bukit, bahkan harus keluar dusun untuk mendapatkan air bersih hanya untuk minum dan memasak. Sementara untuk minuman sapi perah mereka, terpaksa mengambil air sungai yang keruh.

“Sebenarnya air sungai yang keruh juga tak sehat untuk sapi, karena produksi susu yang dihasilkan akan turun. Tetapi warga terpaksa mengambilnya karena pipa Hipam putus,” ungkap Sakirman, Kepala Desa Pandansari, Rabu (25/2).

Jika dalam dua hari ke depan air bersih belum bisa diakses, warga akan kehabisan air. Saat ini saja untuk mandi mereka mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak-bak penampungan. “Kami berharap Pemkab Malang bisa menerjunkan timnya lebih banyak, sehingga semua infrastrukstur bisa segera dibenahi,” beber Sakirman.

Wakil Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna yang kemarin meninjau lokasi bencana
berjanji akan mengerahkan PDAM Kabupaten Malang untuk mengatasi kesulitan air warga. Sebagai langkah awal, pihaknya akan menyediakan tandon air bersih untuk 600 KK tersebut. “Pengiriman tandon berisi air bersih ini menjadi prioritas utama kami karena kebutuhan air bersih paling urgen,” kata Rendra.

Tak hanya itu saja, Pemkab Malang juga akan mendatangkan buldoser tambahan yang lebih besar milik Dinas Bina Marga, sehingga proses pengembalian Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti semula bisa cepat selesai.

Dandim Malang-Batu, Letkol Inf Suko Purwantoro saat mendampingi Rendra juga berjanji akan mengerahkan personel tambahan agar proses pembenahan infrastruktur yang hancur diterjang banjir bisa segera ditangani dengan baik.

Koordinator Pelaksana Teknis Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang Agung Sukarno menambahkan, kerugian akibat banjir di Ngantang, diperkirakan Rp 1,5 miliar. Ini akumulasi dari kerugian di Desa Pandansari sebesar Rp 912 juta, di Desa Sidodadi Rp 197,5 juta, dan Desa Ngantru Rp 335 juta.

”Sedang Desa Baturejo masih diverifikasi oleh kecamatan dan Dinas Bina Marga,” ungkapnya.
Sementara itu, laporan yang masuk ke satlak juga menyatakan tiga desa di Kecamatan Kasembon, yakni Desa Pondok Agung, Bayem dan Sukosari juga mengalami kerugian cukup besar. Keberadaan sawah milik petani seluas 23,5 hektare yang berada di sekitar Sungai Konto rusak.

“Kami belum tahu berapa nilai kerugiannya. Yang jelas, sebentar lagi padi itu siap panen,” ungkap Edi Basuki, Kades Bayem. st11/vie

Upaya Penanganan Banjir Bandang Ngantang oleh Pemkab Malang
Mendatangkan alat berat untuk membuat alur sungai seperti semula.
Menyediakan tandon air bersih untuk warga yang kesulitan air.
Memperbaiki infrastruktur jembatan hingga dam yang rusak
Membantu pembuatan petak sawah petani kembali.
Kawasan Rawan Longsor Malang Selatan yang Siaga I

Kecamatan Ampelgading (Desa Lebakharjo)
Kecamatan Tirtoyudo (Desa Pujiharjo, Desa Purwodadi)
Kecamatan Gedangan (Desa Gajahrejo, Desa Tumpakrejo, Desa Sidodadi)
Kecamatan Donomulyo (Desa Kedungsalam, Desa Sumberoto, Desa Tulungrejo)
Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Desa Sitiarjo, Desa Tambakrejo)
Kecamatan Kasembon (Desa Pait)
Sumber : Satlak PB Kabupaten Malang 2009

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "