Produsen Fokus Domestik Impor Ketat, Elektronik Lokal Terdongkrak

SURABAYA | SURYA-Grup Maspion meningkatkan fokus pemasaran pada pasar domestik, seiring kebijakan pemerintah memperketat produk impor, khususnya produk elektronik. Dengan kebijakan itu, produsen lokal akan diuntungkan sebab peredaran barang impor yang selama ini menjadi pesaing diperkirakaan semakin berkurang.

Asisten Direktur Grup Maspion Suharto mengakui, memasuki pertengahan Februari, tren penjualan produk elektronik menunjukkan kenaikan. Bahkan, secara umum pasar produk juga mulai merangkak naik. “Sejak dulu kami sudah berharap agar ada kebijakan itu. Semoga sudah diberlakukan,” kata Suharto, Senin (23/2).

Suharto menambahkan bahwa Maspion memproduksi ratusan item produk elektronik yang sebagian besar dipasarkan di pasar domestik. Di antaranya kipas angin, pemasak nasi, AC (pendingin ruangan) maupun lemari es. “Sekitar 60-70- persen produk elektronik Grup Maspion dipasarkan di dalam negeri. Sisanya diekspor,” terang Suharto.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Perdagangan telah menerbitkan Permendag No 44/M-DAG/PER/12/2008 yang mengatur pembatasan impor lima komoditi utama yakni garmen, alas kaki, elektronik, mainan anak, makanan dan minuman.

Suharto mengungkapkan, hingga kini belum ada target khusus dalam ekspansi di pasar domestik.

Maspion berupaya memelihara pasar dan jaringan yang ada dan telah tersebar di seluruh Indonesia. “Saat ini kami membina saja yang ada. Jika ada permintaan tambahan kami siap memasok,” jelasnya.
Menurutnya, fokus pada pasar domestik semakin diprioritaskan. Sebab, potensi ekspor juga akan mengalami penurunan. Pasalnya, saat ini negara-negara yang menjadi sasaran ekspor mulai mengurangi pesanannya.
Sementara itu, Arief Sukma Setiawan, Ketua Asosiasi Suplier Elektronik Surabaya (Ases) mengungkapkan, kebijakan pembatasan produk impor itu belum banyak berdampak pada tren penjualan di awal tahun.

Apalagi, lanjut Arief, pembatasan impor produk elektronik tidak diterapkan pada semua jenis barang. “Sampai sekarang ini di pasar belum terlihat (kenaikan yang signifikan). Apalagi pembatasan hanya produk tertentu saja,” kata Arif.

Harga Bertahan
Agar kebijakan pembatasan produk impor efektif mendorong pertumbuhan industri lokal, Grup Maspion mendesak pemerintah lebih tegas mengawasi peredaran produk impor yang masuk secara ilegal. “Letak geografis Indonesia memungkinkan banyak pelabuhan yang bisa dijadikan pintu masuk produk impor ilegal. Ini harus diawasi lebih ketat,” harap Suharto.

Ia menambahkan, meski diuntungkan oleh kebijakan pemerintah membatasi produk impor barang elektronik, Maspion tidak menetapkan kenaikan harga tahun ini. Penyesuaian harga sudah dilakukan akhir triwulan III 2008 dengan pertimbangan naiknya biaya produksi, bukan permintaan pasar.

Untuk itu, saat ini perusahaan mencoba meminimalisasi komponen impor untuk setiap produk yang dihasilkan Maspion. Produsen berbasis di Surabaya itu berupaya mempertahankan harga, karena menganggap dalam kondisi krisis global daya beli masyarakat rentan terhadap kenaikan harga. ytz

Dibaca: 311 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar