SUMENEP |SURYA -Musahid, 50, warga Desa Bun Barat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, ditemukan tewas di pematang sawah pinggir jalan di Desa Karang Nangka, Rubaru, Jumat (30/1). Sebelumnya, Kamis (29/1) malam, korban pamit kepada keluarga hendak tahlilan.
Tatkala ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan, luka parah di sekujur tubuh. Polisi menduga Musahid dihabisi pada Kamis (30/1) malam, karena saat ditemukan oleh warga sebagian darah di tubuh korban sudah mengering.
“Korban mulai hilang dari rumahnya sepulang dari menghadiri tahlilan di rumah salah seorang tetangga yang baru saja meninggal dunia,” kata sumber Surya di Mapolres Sumenep, Jumat (30/1).
Jenazah korban ditemukan telentang di sebuah pematang sawah bersama barang bukti tiga buah sandal jepit. Polisi menduga, salah satu dari sandal-sandal itu adalah milik pelaku pembunuh Musahid.
“Hampir di seluruh tubuhnya penuh luka-luka bekas tusukan senjata tajam. Luka terparah, menganga, terletak di belakang telinga korban,” ujar Ipda Solikhien Fery, kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Sumenep, di kantornya, Jumat (30/1).
Luka pada bagian belakang telinga diduga akibat digorok pelaku, menyebabkan keluar banyak darah dan mengakibatkan korban tewas karena kekurangan darah. Di samping itu, ada luka-luka kecil di hampir sekujur tubuh karena sayatan senjata tajam.
“Usai diautopsi, jenazahnya langsung kami serahkan ke keluarga untuk kemudian dimakamkan,” lanjut Fery.
Adapun hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi, diduga korban dibunuh oleh lebih dari dua orang. Hal itu ditandai dengan banyaknya telapak kaki berlainan bentuk yang terlihat di sekitar tempat ditemukannya jenazah korban.
Sedangkan motif pembunuah belum diketahui, dan masih didalami polisi. Kini polisi memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan kerabat korban serta warga sekitar yang bersama-sama korban saat berangkat tahlilan.
“Kami sudah punya catatan dan titik terang siapa pelakunya. Kami masih memeriksa dulu, sedangkan identifikasi pelaku dan tempat persembunyiannya sudah kami deteksi,” tegas Fery.
Isu yang berkembang di kawasan kediaman korban, latar belakang pembunuhan diduga karena korban dianggap memiliki ilmu hitam atau santet. Pasalnya, di sekitar rumah korban saat ini banyak orang meninggal dunia secara tidak wajar.
“Informasinya, pembunuhan itu dilatarbelakangi tuduhan bahwa korban adalah tukang santet,” ungkap warga yang menolak disebutkan namanya. st2
Dibaca: 108 kali