Home » Bisnis

Kebijakan Industri Tidak Mendukung

Sementara itu, Pengamat Kelautan, dari ITS Surabaya, Daniel Muhammad Rosyid mengungkapkan persoalan yang menimpa PT PAL tidak bisa dipisahkan dari kondisi makro ekonomi. Sebab dalam 10 tahun terakhir tidak ada kebijakan pemerintah yang cukup menonjol di sektor industri termasuk di industri galangan kapal.

Daniel mengakui hengkangnya para insinyur PT PAL dipengaruhi kondisi perusahaan yang kini sedang goyah. Seperti diketahui PT PAL termasuk dalam daftar perusahaan yang ditangani PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Menurut Daniel, persoalan yang menimpa PT PAL tidak bisa disimpulkan merupakan kesalahan dalam pengelolaan.

“Saya sudah dengar itu (hengkangnya para insinyur PT PAL). Pasar industri perkapalan sebelum krisis sebenarnya banyak, tetapi di Indonesia, perusahaan galangan kapal kalah bersaing dengan perusahaan di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura,” kata Daniel

Menurut Daniel, sejak reformasi, perkembangan sektor industri justru mengalami kemunduran ditandai dengan tren deindustrialisasi yaitu berkurangnya sumbangan sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor kelautan lebih rapuh lagi,” kata Daniel.
Menurutnya untuk sektor kelautan khususnya industri galangan kapal, perusahaan nasional sulit bersaing dengan perusahaan asing karena tidak ada dukungan dalam hal modal yang berbiaya murah serta tiadanya dukungan dalam bentuk insentif fiskal bagi impor bahan baku. “Tingkat bunga bank di Malaysia dan Singapura bagi industri perkapalan jauh lebih rendah dibandingkan di Indonesia,” kata Daniel.

Bahkan saat ini, industri perkapalan dengan dukungan pemerintah makin berkembang di Tiongkok serta Vietnam. Dukungan pemerintah perlu diberikan, sebab industri perkapalan adalah sektor usaha dengan nilai investasi yang sangat besar dan tingkat pengembalian yang panjang. Sehingga tingkat resikonya sangat tinggi.

Menurut Daniel, tidak aneh bila banyak insinyur PT PAL yang hengkang ke luar negeri, karena dari sisi kualitas mereka cukup dapat bersaing dengan tenaga insinyur perkapalan di pasar global. “Kualitas SDM bagus, dan sangat berpengalaman. Mereka tidak kalah bersaing dengan SDM asing,” jelas Daniel yang pernah bekerja di PT PAL tahun 19986-1988 sebelum akhirnya memutuskan kembali ke ITS untuk mengajar.ytz

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "