CARACAS | SURYA Online - Presiden Venezuela Hugo Chavez meminta Presiden AS Barack Obama untuk mengekstradisi buron dari Kuba yang anti-Castro karena Venezuela juga mencari sejak Presiden George W Bush berkuasa.
Ekstradisi bekas mata-mata CIA, Luis Posada Carriles, yang dituduh merencanakan pemboman tahun 1976 terhadap jet Kuba yang menewaskan 70 orang, dapat meningkatkan hubungan bilateral AS-Venezuela.
“Kirim kami teroris Posada Carriles,” kata Chavez dalam pidato yang disiarkan televisi Jumat (30/1/2009) malam waktu setempat. “Kami telah menunggu empat tahun ekstradisi teroris terbesar dalam sejarah kemanusiaan itu.”
Pemerintah Bush menolak untuk menyerahkan Posada setelah ia ditangkap di AS karena masuk negara itu secara tidak sah, hingga memicu kecaman keras karena menerapkan standar ganda dalam perang atas teror pimpinan Washington.
Posada yang terlibat serangan gagal di Teluk Babi 1961, dipenjarakan selama dua tahun di Texas berdasar tuduhan imigrasi tapi dibebaskan pada 1967. Ia sekarang tinggal di Miami. Kuba juga menuduh Posada merencanakan pemboman hotel di Havana yang menewaskan seorang wisatawan Italia.
Chavez yang negaranya memasok sekitar 12 persen dari impor minyak AS, adalah pengecam keras bekas presiden George W Bush. Ia menuduh Obama mengulangi kebijakan yang sama meskipun belum lama ini ia menyambut baik keputusannya untuk menutup kamp penjara AS di Teluk Guantanamo, yang AS sewa sejak awal abad ke20. ant/reuters
Editor : yul