Batu | Surya -Rencana Pemkot Batu mendirikan mal di pasar Kota Batu mendapat perlawanan dari Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Kota Batu. Sebab, usai Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko melontarkan wacana pembuatan mal, sejumlah kejadian ganjil pun terjadi di tengah pasar. Pasar tak lagi menjadi tempat berjualan yang nyaman dan aman bagi pedagang.
Menurut pedagang, sejumlah kejadian aneh sering terjadi dalam dua pekan belakangan ini. Terutama malam hari. Diantaranya, kebakaran kecil di bedak sudut pasar serta hilangnya barang-barang pedagang.
“Mestipun tidak bernilai besar, kami curiga ada segelintir orang yang mencoba membuat kami merasa tak nyaman lagi mencari nafkah di pasar ini,” ungkap Abdul Wahid, Ketua HPP Kota Batu, Jumat (30/1).
Dikatakan, karena pasar sudah tak lagi aman, pedagang pun terpaksa harus bekerja siang malam. Siang hari untuk berjualan, sedangkan malamnya pedagang harus meronda secara bergilir untuk menjaga barang dagangan mereka aman dari aksi pencurian.
“Kami tak bisa mengandalkan petugas keamanan pasar yang kebanyakan sudah berusia 40-51 tahun untuk patroli di area pasar yang luasnya 4,4 hektar. Apalagi personal keamanan yang disediakan UPTD pasar hanya 18 orang,” bebernya.
Penolakan HPP Kota Batu bukan hanya terkait kecurigaan adanya intimidasi oleh pihak tertentu, tetapi HPP menilai bangunan yang ada di Pasar Kota Batu masih kokoh dan layak ditempati. Pemkot Batu diharapkan hanya membenahi jalan yang rusak, sampah serta penataan kawasan PKL.
“Hanya dengan penataan, pasar sudah cantik. Malah sekarang mau dibuat mal yang artinya harus meratakan bangunan yang masih layak,” ungkap Wahid.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua HPP kota Batu, Mufid, yang menyayangkan pihak UPTD Pasar sebagai kepanjangan tangan Pemkot tak pernah mengundang pedagang untuk membicarakannya. Apalagi tahun lalu HPP pernah dijanjikan DPRD Kota Batu untuk segera menata pasar. “Untuk penataan pasar, dewan menganggarkan Rp 3,5 miliar dan dijanjikan cair setelah PAK, tapi hingga tutup buku dana itu tak pernah cair,” ungkap adik kandung Alm pejuang HAM Munir itu.
Kepala UPTD Pasar, Cholil Asmoro, menyatakan pembangunan itu baru wacana dan UPTD pasar sendiri belum tahu model mal seperti apa yang akan dibangun Pemkot. “Itu baru rencana pak Wali, saya sendiri juga masih buta tetang rincian dan kapan pelaksanaannya,” tandas Cholil.st11
Editor : jps