Home » Jawa

Takut, Pemimpin Sekte Cucak Rowo Menyerah, Penampilannya Karen dan Gaul

JAKARTA | SURYA -Pemimpin sekte nyeleneh Satrio Piningit Weteng Buwono atau juga disebut sekte Cucak Rowo, Agus Imam Solichin, akhirnya menyerahkan diri. Pada Kamis (29/1) kemarin, didampingi pengacaranya, Agus menyerahan diri ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Langkah itu ditempuh Agus karena dia mengalami ketakutan setelah sektenya dipublikasikan besar-besaran.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara. “Dia menyerahkan diri jam 02.00 dini hari tadi ke Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Zulkarnain di Jakarta, Kamis (29/1) siang.

Hingga kini, polisi masih memeriksa Agus terkait dugaan adanya pencabulan dalam aliran kepercayaan yang dipimpinnya. Polisi mengaku tidak berwenang menyelidiki apakah sekte yang punya lagu kebangsaan Cucak Rowo dalam ritualnya itu sesat atau tidak.

“Polisi tidak mengusut kasus aliran sesat karena itu menjadi wewenang pihak lain. Polisi mengusut dugaan pencabulan saja,” katanya.

Keputusan sekte itu sesat atau tidak akan diambil oleh Bakor Pakem (Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat) yang terdiri dari unsur Kejaksaan Agung, Departemen Agama, Kementerian Dalam Negeri selain juga Polri.

Jika ada bukti pencabulan, Agus dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. “Sudah ada lima orang yang dimintai keterangan sebagai saksi,” ujarnya.

Aliran yang berpusat di Jl Kebagusan II, Jakarta Selatan, itu meresahkan warga karena mengajarkan ajaran yang dapat dinilai sesat, seperti tidak salat, tidak puasa, tidak boleh berobat ke dokter, dan mengajak melakukan seks bersama-sama para pengikutnya.
Sebelum di Kebagusan, Agus juga pernah mengajarkan hal yang sama di Bekasi Timur dan Pulomas, Jakarta Timur. Dia pindah dari kawasan itu karena diusir warga.

Jumlah pengikut aliran yang berada di Kebagusan sekitar 25 orang, laki-laki dan perempuan.
Yang menarik, sosok Agus ternyata sangat berbeda dengan gambaran yang diperkirakan selama ini, yang terkesan kuno. Menurut Zulkarnain, Agus sangat modis dan gaul layaknya anak muda sekarang. Rambutnya dicat cokelat dan memakai celana jins dipadu kaus ketat putih.
“Keren, kayak anak gaul zaman sekarang,” ujar Zulkarnaen.

Kata Zulkarnain, busana yang dipakai Agus juga serasi dengan postur tubuhnya yang cukup ideal dan warna kulit putih bersih. Gambaran tentang diri Agus ini sangat kontras dengan foto-foto miliknya yang dipajang di markas aliran Satrio Pinigit Weteng Buwono di Jalan Kebagusan II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di dalam foto, Agus terlihat seperti pemuda zaman dulu yang berambut panjang dan tidak mengikuti tren.
Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Chairil Anwar, alasan Agus menyerahkan diri adalah untuk mengklarifikasi karena pemberitaan di media massa dianggap telah memojokkan dirinya.
“Kami masih mencari alat bukti lainnya. Dugaan kita pertama pencabulan dan penistaan agama,” katanya.

Kendati demikian, katanya, penyelidikan dua dugaan tersebut hingga kini belum tuntas. “Besok kami akan rapat dengan Bakor Pakem di Kejari Jakarta Selatan untuk diskusi soal dugaan penistaan agama,” terangnya.

Menurut dia, tidak mudah menetapkan tersangka dalam kasus ini, mengingat kejadian sudah berlangsung sejak 2003. “Agus belum ditetapkan sebagai tersangka. Karena kita belum bisa menyimpulkan. Keadaan Agus sekarang baik-baik saja. Terkadang juga minta istirahat,” jelasnya.

Tidak hanya di Jakarta, pusat kegiatan sekte juga sedang dibangun di Desa Satusari, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Istana itu rencananya dilengkapi bungker yang berlokasi di bawah bangunan induk.

“Pembangunan rumah itu atas nama Ahmad,” ujar Caca, salah seorang warga setempat.
Meski proses pembangunan belum selesai 100 persen, menutur Caca, banyak pengikut sekte yang berkunjung ke tempat tersebut. Dua pekan lalu sempat ada acara yang diiringi dengan pentas musik di tempat itu. “Mayoritas yang ikut ABG,” pungkasnya.ant/oz/dtc

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "