Home » Bisnis

Pengembang Incar Kawasan Perbatasan, Rumah Menengah Mulai Digemari

Kediri | SURYA-Goncangan krisis di penghujung 2008, sempat mengusik kalangan pengembang di Kediri. Namun kini dengan beberapa kemudahan yang dijanjikan pemerintah, mereka berharap booming properti yang pernah terjadi di Kota Tahu ini bisa kembali dirasakan.

Geliat masyarakat memiliki tempat tinggal meningkat signifikan sejak 2004 silam, dan terus berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan, tidak hanya berkutat di kawasan kota yang terdiri atas tiga kecamatan, Kota, Mojoroto, dan Pesantren, kini kawasan perbatasan kabupaten mulai dilirik
Dari pantauan Surya, kalangan pengembang saat ini intens menggarap Kecamatan Gampengrejo, perbatasan antara kecamatan dan kabupaten Kediri.

“Wilayah ini paling banyak diserbu pengembang, setelah lahan di wilayah kota semakin sempit. Kalau dulu perumahan banyak di Mojoroto, sekarang menyebar,” tutur Gunawan, General Manager PT Intankemilau Utama, belum lama ini.

Alasannya, Gampengrejo sangat terjangkau dari pusat kota, fasilitas pendidikan, hingga sarana lainnya. Faktor belum tingginya harga tanah di wilayah ini, juga menjadi pertimbangan mengembangkan perumahan di kecamatan ini.

Saat ini sudah bermunculan deretan perumahan baru mulai perumahan kelas menengah ke bawah sampai menengah ke atas. Salah satunya, Citra Pratama Garden, di Desa Keden, Gampengrejo, setelah sebelumnya berdiri Perumahan Jenggolo dan Doko. Bahkan di Kecamatan Kandat -yang juga wilayah perbatasan– sudah ada Perumahan Jimbun.

Demikian juga di Kecamatan Pare, wilayah terbesar kedua setelah Kecamatan Kota, hingga wilayah Pelem, Kecamatan Tulungrejo, yang mulai dikembangkan rumah untuk menengah ke atas. Misalnya, Perumahan Puncak Jaya di tengah Kota Pare.

Beberapa pengembang yang ditemui Surya mengakui, sebenarnya secara umum pasar perumahan di Kediri cukup menjanjikan. Berbagai tipe dan kelas rumah ditawarkan pengembang, baik tipe menengah ke bawah sampai ke menengah atas, semuanya tetap diminati.
Perumahan itu di antaranya, Wilis Indah, Permata Hijau, Perumnas Ngronggo, Perumnas Gogorantai, BTN Ngronggo, Real Estate Rejomulyo, Persada Asri, Mojoroto Indah, sampai yang terbaru Regency Puncak Permai.
Menurut mereka, dengan banyaknya bank-bank nasional mendirikan cabang di kota ini, pengembang sangat diuntungkan. “Ini karena kondisi sosial ekonomi masyarakat yang cukup menunjang. Meski kebanyakan pendatang, mereka sangat mapan. Permintaan dan penjualan rumah meningkat drastis pada 2008,” ujar Gunawan.

Persada Asri dan Griya Intan Asri, di Mrican, Mojoroto, misalnya, peningkatan penjualan rumah di perumahan menengah ke atas ini meningkat tajam. Dari sekitar 800 unit rumah, 650 unit di antaranya laku keras di 2008.

Bagi pengembang perumahan mengengah ke atas, seperti Griya Intan Asri dan Puncak Permai, Kota Kediri adalah surga bagi mereka. Sebab, konsumen lebih banyak berminat pada tipe 45. Harganya yang relatif terjangkau, sementara pengembang juga mendapat untung.

“Dari ratusan rumah yang kami tawarkan, tipe 45 yang paling diminati. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Kalau ingin mengembangkan masih cukup ruang,” jelasnya.
Karena pasar terus bergairah, muncul pengembang baru. Pemain baru ini mulai membangun Regency Pesona Puncak Permai di kawasan wisata Selomangleng, yang juga membidik kalangan menengah ke atas. Menurut Endah Dwi Wahyuni, marketing perumahan di Selomangleng ini, pihaknya merasakan booming perumahan di Kediri.

Meski baru dibuka 2006, hanya dalam dua tahun langsung laku 30 persen dari 104 unit rumah yang ada. “Kondisi ini terhenti pascakenaikan harga BBM pertengahan 2008 dan krisis global, kami dalam situasi not sale. Tapi kami berharap pemerintah segera menurunkan bunga KPR,” harap Endah. k2/
Faiq Nuraini

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "