Home » Bisnis

Kontribusi Minyak Jatim 40.000 Barel/Hari, Pendapatan Migas Capai 35,4 Miliar Dolar AS

SURABAYA | SURYA-Produksi minyak dan gas bumi selama 2008 belum mencapai target sesuai yang diharapkan. Produksi minyak berhasil tercapai 976.376 barel per hari atau 99,94 persen dari target 977.000 barel per hari.
Dari total pencapaian itu, sekitar 48.000 barel per hari merupakan kontribusi Jatim. Sedangkan produksi gas bumi mencapai 7.457 mmscfd atau 94,1 persen dari target 7.757 mmscfd, di mana 344 mmscfd dari Jatim.

Kepala Divisi Eksternal wilayah Jawa, Papua, dan Maluku (Japalu) BP Migas Amir Hamzah mengatakan, meski tidak mencapai jumlah yang diharapkan untuk produksi migas bukan berarti terjadi gagal target. “Hasil produksi migas pada 2008 cukup bagus di tengah berbagai kesulitan yang ada,” kata Amir, dalam sosialisasi kegiatan industri hulu migas di Surabaya, Kamis (29/1).

Menurut Amir, belum tercapainya produksi migas sesuai harapan tidak diikuti oleh target lifting yang justru melebihi target. Target lifting tahun lalu dipatok 927.000 barel per hari, tetapi yang terjadi justru mencapai 936.000 barel per hari.

Dampaknya, penerimaan negara dari penjualan minyak tahun lalu sebesar 35,4 miliar dolar AS atau naik sekitar 48,52 persen dari penerimaan negara 2007 yang mencapai 23,7 miliar dolar AS. “Inilah mengapa kami katakan, meski produksi tidak sesuai harapan tetapi penerimaan negara dari minyak justru melonjak tajam akibat melambungnya harga minyak dunia,” ucapnya.

Di 2009, Amir berharap produksi migas akan dapat kembali ditingkatkan. Ini seiring dengan bakal beroperasinya sejumlah KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) di Jatim dan daerah lain di Indonesia.
“Produksi migas tahun ini diharapkan tidak lebih jelek dari 2008. Meski sejumlah kendala tetap ada seperti kapasitas pipa, pembangunan pipa, perizinan dari pemda, hingga besarnya biaya operasional,” tukas Amir Hamzah.

Sementara, Staf Ahli Menteri ESDM Trijana Kartoadmodjo mengatakan, hingga sekarang ini ada 31 KKKS yang berproduksi. Jumlah itu terbilang cukup kecil dibanding jumlah kontrak yang telah ditandatangani. “Ini karena sebagian besar KKKS masih dalam tahap eksplorasi wilayah yang menjadi haknya, yang berarti belum beroperasi maksimal untuk memproduksi migas,” tutur Trijono. aru

KKKS Beropeasi di Jatim
——————————————–
* Petronas Carigali Muriah
* Camar Resources
* Hess Pangkah
* Kodeco West Madura
* PetroChina East Java Tuban
* Lapindo Brantas
* Santos Madura
* Husky Madura
* EMP Kangean
* Pertamina EP
————————————————
Sumber: BP Migas

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "