Surabaya | SURYA-Baru beberapa hari operasi ganti kelamin, Dian telah memutuskan untuk menikah pada Maret mendatang. Uniknya, calon suaminya tidak tahu dia terlahir sebagai pria.
Keputusan Dian untuk mengubah alat kelaminnya semakin kuat sejak perkenalannya dengan seorang pria tujuh bulan lalu. Panggil saja namanya Hendry. Dian menyimpan rapat identitasnya termasuk nama lengkapnya. Dian hanya menyebut Hendry adalah seorang lelaki tulen yang tertarik sama perempuan, seorang duda tanpa anak. Dia juga seorang pejabat menengah di Medan.
Perjumpaannya begitu singkat. Hendry tidak sengaja bertemu Dian saat transit di Bandara Juanda Surabaya pertengahan 2008 silam. Saat itu Dian baru pulang dari Makassar dan Hendry akan terbang ke Medan.
Hendry pantas terkecoh dengan kemolekan Dian yang sejatinya waria. Parasnya begitu ayu, dengan tinggi 171 cm postur Dian terlihat semampai. Kulitnya kuning langsat, jari-jarinya lentik, jakun di leher yang menjadi ciri pria juga tidak nampak. Pundaknya juga tidak lebar. Nada suaranya pun tidak bariton seperti kebanyakan pria.
Soal dandanan, Dian mungkin bukan seperti waria pinggir jalan yang tidak percaya diri jika tidak membedaki wajahnya tebal-tebal. Dian yang selama di rumah sakit tampil tanpa make up, bahkan begitu terlihat seperti gadis yang terawat.
Setelah perkenalan singkat itu, Hendry jarang bertemu muka lagi dengan Dian. “Semula saya pikir dia lelaki iseng seperti kebanyakan laki-laki yang saya kenal selama ini,” kata Dian sambil membetulkan letak duduknya.
Namun perkenalannya kemudian berlanjut. Tidak terhitung lagi berapa kali Hendry menelepon Dian. Hubungan melalui cathing internet juga sering dilakukan. Tentu saja Dian semakin yakin kalau Hendri tulus. Dia ternyata serius ingin mencari istri.
Dian pun mengaku semakin sayang, bahkan begitu sayangnya sampai Dian tidak kuasa membuka identitasnya kepada Hendry jika dirinya adalah seorang transgender.
Berbulan-bulan lamanya Dian menangis setiap malam. Perasaan kasihan, takut kecewa, dan malu menjadi satu. ”Sampai kemudian aku menemukan jawaban, aku putuskan secepatnya operasi,” katanya menunduk.
Pilihannya adalah membuat Hendry tidak kecewa dan menutup rapat identitasnya masa lalu. Oleh karena itu, Dian berjanji tidak akan mengaku kepada Hendry jika dirinya terlahir sebagai pria. “Rahasia ini akan kusimpan entah sampai kapan. Mungkin sampai saya mati,” ujarnya sambil mengusap air mata.
Soal anak, Dian begitu terobsesi dengan jalan bijak yang ditempuh Dorce Gamalama, artis transgender yang mengangkat ratusan anak yatim. Dian yang yakin tidak akan bisa mengadung berharap mendapat izin suaminya kelak untuk mendirikan yayasan anaka-anak yatim dan mengangkat banyak anak yang tak memiliki orangtua. “Saya ingin menebus sisa hidup saya dengan memberi kebaikan kepada banyak orang,” katanya.
Saat ini, ketika operasi besar ganti kelamin itu rampung, Dian ingin bertemu Dorce. Sejumlah kontak yang menghubungkan dengan artis serba bisa itu diburunya, beberapa teman warianya di Jakarta juga dihubunginya. Bahkan menunggu Dorce menggung di Surabaya juga dilakoninya. Namun sampai sekarang mimpi itu masih harus dipendam lebih lama.
”Saya ingin curhat. Mungkin dia bisa berempati dengan gejolak hatiku karena sama sama telah menjalani operasi ganti kelamin,” pungkasnya. /Kuncarsono Prasetyo
Editor : jps