Home » Berita Terkini

Di Lamongan, Ribuan Unggas Terjangkit Flu Burung Tidak Dimusnahkan

LAMONGAN | SURYA Online - Dinas Peternakan (Disnak) Lamongan, Jawa Timur (Jatim), menyatakan, sejak 17 Desember lalu hingga kini, sekitar 4.000 ayam di Lamongan terjangkit flu burung.

Kepala Dinas Peternakan Lamongan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pudji Hermawan menyatakan, dari ribuan ayam yang terjangkit flu burung, baru 20 ekor ayam yang dimusnahkan, sisanya masih dalam pengobatan, Kamis (29/1).

“Selama hampir sebulan pasca mewabahnya kasus flu burung pada unggas, baru 20 ekor ayam yang kami musnahkan,” ungkapnya.

Demi menekan jumlah angka kerugian yang diderita oleh peternak, Disnak tak memusnahkan seluruh unggas. Apalagi Pemkab Lamongan tidak mengalokasikan dana ganti rugi kepada peternak, kata Pudji.

Mewabahnya flu burung di Lamongan, menjadikan kabupaten ini sebagai daerah tertular atau siaga flu burung. Kasus ini ditemukan sejak 2004 lalu.

Saat ini saja terdapat 29 desa di 11 kecamatan, dari 27 kecamatan yang terjangkit flu burung.

Desa dimaksud, lima desa, Desa Siwuran, Parengan, Klagen Srampat, Jangkung Sumo, Mblubang, Kec. Maduran. Dua desa di Kecamatan Sekaran, yaitu Desa Kebalan Kulo, dan Batutengger. Tujuh desa di Kecamatan Karanggeneng, Desa Sonoadi, Jagran, Guci, Kalinggreman, Kendal Kemlagi, Karangrejo, Rijekngablak.

Dua desa di Kecamatan Sukodadi, Desa Sumber Agung dan Gedhangan. Desa Takerharjo di Kecamatan Solokuro. Tiga desa di Kecamatan Turi, Desa Karangwedoro, Sukoanyar, Mbalun. Dua desa di Kecamatan Kalitengah, Desa Pangangsalan, dan Desa Kalitengah.

Desa Ngombek di Kecamatan Pucuk. Satu desa di Kecamatan Karangbinangun, Desa Putat Banja, dan di Kecamatan Deket, Desa Sugiwaras.

Meski sebagai kabupaten endemik flu burung, namun, kata Pudji, sampai hari ini penularan flu burung belum ditemukan menyerang manusia.

Sebelumnya, pada 19 Januari 2009 lalu, sempat ada warga Lamongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Ibnu Sina, Gresik, yang meninggal lantaran “suspect” flu burung.

Namun, setelah didiagnosa, meninggalnya pasien bernama Imrotul Muhibah (21) warga Kecamatan Glagah, Lamongan bukan karena terserang flu burung. “Hasil diagnosa pihak rumah sakit negatif,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya wabah flu burung, kata Pudji, Kabupaten Lamongan telah mengalokasikan anggaran pemberantasan flu burung dalam APBD 2009 senilai Rp183 juta. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk penyemprotan, hingga pemberian vaksi flu burung kepada peternak unggas.  ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "