JAKARTA | SURYA-Bank Tabungan Negara (BTN) akan kembali menurunkan suku bunga kredit, setelah sebelumnya (Selasa, 20/1) menurunkan bunga kredit rata-rata 0,5 persen untuk semua jenis produk.
“Besarannya akan melihat dulu cost of fund (biaya dana),” kata Purwadi, Direktur Kredit BTN, di Jakarta, Rabu (28/1), seperti dirilis Antara.
Dia mengatakan, ada jeda waktu untuk menurunkan kembali bunga kredit, tetapi diperkirakan Februari sudah ada penyesuaian lagi dari posisi saat ini sekitar 14,5 persen.
Kebijakan penurunan suku bunga kredit merupakan komitmen BTN menyesuaikan dengan kemampuan bank dan kondisi di pasar. BTN menurunkan tingkat suku bunga kredit khusus untuk realisasi kredit baru. Dengan kebijakan ini, diharapkan BTN dapat bersaing dengan bank yang lain.
Purwadi berharap, penurunan suku bunga ini dapat mendorong pasar perumahan agar semakin kondusif. Seperti diketahui, pembiayaan perumahan merupakan bisnis padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja karena terkait dengan 114 industri ikutannya.
Hal ini sekaligus dapat menjadi stimulus ekonomi dengan hidupnya kembali antara pasokan dan permintaan terkait dengan masalah perumahan. “Mudah-mudahan penurunan suku bunga kredit ini mendapat respon positif dari dunia usaha yang terkait perumahan,” tambahnya.
Laporan keuangan publikasi 31 Desember 2008 (sudah diaudit) tercatat nilai aset Rp 45 triliun, kredit Rp 31,5 triliun, dana pihak ketiga Rp 31,5 triliun, laba Rp 700 miliar, CAR 16,33 persen, LDR 101,6 persen dan NPL 2,4 persen.
Tunggu Pasar
Sementara itu, Bank Bukopin tetap akan memainkan strategi bunga tinggi produk simpanan dana untuk menjaring para nasabahnya pada kelas premium. Pada salah satu produknya yaitu Siaga Premium, bank ini akan memberikan bunga hingga 10 persen pada penabung.
Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi mengatakan, strategi bunga tinggi dilakukan hingga Bukopin menemukan titik temu untuk menurunkan seluruh suku bunga kredit bank. Tabungan Siaga Premium adalah salah satu produk dengan segmen pengusaha dan tabungan minimal Rp 100 juta.
“Strategi ini diharapkan bisa menghimpun nasabah di kelas premium yang rata-rata adalah pengusaha kelas menengah,” kata Glen, di Jakarta, Rabu (28/1).
Tahun ini, Bukopin menargetkan pertumbuhan sebesar 20 persen, dengan memberikan bunga tinggi kepada para penabungnya. Namun demikian, bunga akan diturunkan bila perbankan juga mulai menurunkan bunga. Saat ini pihaknya masih mencari ekuilibrium atau keseimbangan pasar dan menunggu waktu untuk penurunan suku bunga kredit mengikuti penurunan BI Rate. jbp/ewa
Editor : jps