BOJONEGORO | SURYA Online - Selusin rumah di Dusun Maling Mati, Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, rusak diterjang tanah longsor. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Bojonegoro, Lukman Wafi, Rabu (28/12/009), menyatakan, peristiwa longsor itu terjadi Selasa (27/1) malam.
Petugas Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kecamatan Temayang, sekarang sudah ke lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsornya tanah di pemukiman warga yang terjadi bersamaan dengan hujan deras, pada malam hari itu. “Karena lokasinya terpencil, laporan rinci masih belum kami terima,” katanya.
Menurut Sekretaris Desa Papringan, Wardoyo, satu unit rumah milik Taslim terpaksa dibongkar, karena kondisinya sudah parah dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sedangkan rumah milik Parno, Munaji, Sadiyo dan Rianto, yang lokasinya di tepi Kali Papringan, kondisinya juga sudah kritis.
Penanganan pemukiman warga yang longsor sementara ini dilakukan warga setempat dengan gotong royong, dipimpin langsung Camat Temayang, Sufik. Selain itu, warga yang menjadi korban tanah longsor sebanyak 35 jiwa, diamankan dan diminta untuk menjauh dari lokasi pemukimannya yang terkena longsoran tanah di wilayah itu.
Bersamaan dengan kejadian itu, jalan sepanjang delapan meter di Desa Jari, Kecamatan Gondang juga mengalami longsor. Menurut Kasubid Penanggulangan Bencana Alam Bakesbangpol Linmas, Pudjiono, warga setempat membuat jembatan darurat untuk mengatasi lalu lintas di wilayah setempat yang terputus, akibat jalan yang longsor sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.
“Longsornya jalan juga akibat hujan deras yang turun di wilayah selatan Bojonegoro, pada malam hari kemarin,” katanya. Menurut dia, kerugian menimpa pemukiman warga dan jalan yang rusak akibat longsor tersebut, masih dihitung. ant
Dibaca: 97 kali