SURABAYA | SURYA Online - Kursi-kursi malas memang didesain dengan tingkat ergonomik tinggi bagi pemakainya. Selain aman juga memberi kenyamanan sempurna. Wujud dan tampilannya pun bisa beragam. Tampilan fisiknya yang dibuat cantik dan menarik agar memberi kesan seragam dengan tujuannya. Santai…
Alhasil, lihat saja wujud fisik kursi-kursi malas atau kursi santai luar ruang ini. Di mana pun kursi-kursi bakal ditempatkan, di teras depan atau belakang, di taman atau di sekitar kolam renang, kenyamanannya sungguh mengundang untuk segera bergelung di dalamnya.
Kenyamanan sebuah kursi santai ini disumbang bukan saja dari pilihan bahannya –apakah dari bahan kulit asli atau imitasi hingga kain yang nyaman untuk diduduki. Juga warna dan desainnya dibuat semenarik mungkin agar titik pandang tertuju pada keberadaannya.
Kursi berbahan tenun bertekstur lembut dengan motif dan warna senada –paduan pink dan fuchsia- ini yang dijalin rapat mirip anyaman menawarkan kelembutan yang bisa menenggelam lelah Anda dalam sekejab. Penampilannya yang dipercantik dengan bantalan lembut dalam warna senada membuatnya pas menjadi pengisi teras belakang yang lapang.
Kursi santai yang sama namun dalam pilihan warna berbeda –hitam atau putih dengan aksen bantalan kursi dalam warna senada- dibuat dengan maksud yang sama, untuk bersantai. Kekuatan detail dalam bentuk jalinan yang indah menjadi daya pemikatnya tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai kursi santai.
Sementara rotan menjadi media yang paling sering disulap menjadi furnitur cantik dan menarik. Kursi santai adalah salah satunya. Desain kursi santai setengah irisan telur ini misalnya dengan imbuhan bantalan empuk untuk dudukannya tetap berhasil menawarkan kenyamanan maksimal. Bahkan goyangan lembutnya mampu membuai Anda menuju alam mimpi.
Bentuk kursi santai luar ruang ada juga yang ditempatkan sebagai pelengkap sebuah fasilitas rumah. Misalnya di taman terbuka ataupun di bibir kolam renang. Media rotan selain bahan plastik juga banyak dipilih sebagai furnitur pemanis.
Sesuai penempatannya yang di luar ruang acapkali keberadaan kursi santai jenis ini masih harus diimbuh dengan kanopi sebagai penahan paparan sinar matahari. Atau ada yang memasangkan payung-payung peneduh di atasnya.
Contoh kursi luar ruang berbahan plastik ini misalnya. Kursi santai ini dirancang dalam satu set berbentuk lingkaran, namun bisa ‘dibagi’ dalam empat buah kursi dan satu meja. Kesan praktis berhasil dimunculkan, selain komposisi warnanya yang memukau. Meski kesan nyaman jauh dari harapan karena pilihan bahannya. Itu lantaran kursi luar ruang ini memang digagas melengkapi fasilitas sebuah kolam renang.
Toh demikian, kehadiran kursi santai ini tidak sekadar sebagai furnitur luar ruang. Kesan futuristik, kompak, berbeda, namun akrab berhasil ditimbulkan menjadi satu kesatuan. Uniknya, dari sejumlah warna yang ada bisa digabung sekaligus dibongkar pasang sesuai kebutuhan dan luasan ruang yang ada.
“Idealnya memilih furnitur untuk luar ruang –apakah itu ruang terbuka dan terkena langsung sinar matahari ataukah masih ada atap peneduhnya disesuaikan dengan penempatannya. Terlebih untuk daerah tropis seperti Indonesia agar sebaiknya dipilih furnitur dengan bahan yang awet menahan segala cuaca,” saran arsitek Naning Gusti.
Itu sebabnya di banyak rumah di Indonesia bisa ditemui pemilihan furnitur untuk luar ruang dipajang furnitur dari bahan keras, selain plastik dan melamin. Semisal batuan alam atau campuran semen yang dipasang permanen. Jarang terlihat penempatan furnitur luar ruang ini dari bahan rotan atau malah kain, kecuali jika peranti ini cukup terlindung dari sinar matahari dan curahan air hujan.
“Biasanya penempatan furnitur jenis (bahan rotan, kain, kulit, kayu) ini lebih ‘aman’ dipasang di teras beratap memadai, namun kenyamanan sebuah kursi santai yang diinginkan tetap menjadi nomor satu,” ujarnya. tri