Batu | SURYA Online-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batu tuding Pemda Batu tak serius dalam membantu kelancaran tugas Panwaslu Kota Batu. Pasalnya, Pemda Batu hanya menyetujui bantuan dana Rp 75 Juta dari Rp 579 Juta anggaran yang diusulkan Panwaslu Kota Batu.
”Tampaknya Pemda tidak berniat membantu kelancaran pekerjaan Panwaslu ke depannya. Kalau memang tak niat, ya tak usah diberi,” tuding Adi Wiyono, anggota Panwaslu Kota Batu, Minggu (17/1).
Menurutnya, besarnya biaya yang dibutuhkan Panwaslu Kota Batu untuk mengawasi jalannya Pemilu, sangat relevan. Sebab Panwaslu Kota Batu juga sudah merancang berbagai program kerja mulai dari pengawasan di tingkat kecamatan hingga kerjasama dengan kejaksaan terkait permasalahan hukum seputar Pemilu.
”Itu pun rincian biayanya tak terlalu banyak, hanya saja rutinitasnya yang lebih banyak,” ujarnya.
Permohonan bantuan dana senilai Rp 579 Juta itu, dinilai Panwaslu Kota Batu sangat relevan, karena saat Pemilu tahun 2004 lalu, Pemda Batu juga mencairkan dana sebesar Rp 250 Juta.
”Proposal yang kami kirimkan itu juga sudah merinci sejelas-jelasnya dana yang dibutuhkan Panwaslu. Kalau Pemda-nya tak welcome seperti ini, terpaksa kami akan mengandalkan dana dari pusat,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, ketika dikonfirmasi mengenai sedikitnya APBD untuk biaya operasional Panwaslu, mengatakan alokasi Rp 75 Juta itu belum keputusan final karena hingga saat ini masih dibahas di meja DPRD. Semuanya masih bisa berubah jika memang kinerja Panwaslu membutuhkan biaya yang lebih banyak. ”Itu baru pembicaraan dan belum digedok. Kami pun bisa menambahnya jika kinerja Panwaslu baik,” tandas Eddy Rumpoko ditemui ditempat terpisah.st11
Dibaca: 246 kali