SBY Bolehkan Keluarga Pejabat Berebut Proyek APBN/APBD

JAKARTA | SURYA Online - Ini kabar gembira (hanya) bagi keluarga pejabat. Tak lagi mesti slinthutan, keluarga pejabat dibolehkan mengikuti proyek pembangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan juga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Keleluasaan keluarga pejabat cawe-cawe dalam proyek APBN dan APBD ini justru dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela acara pembukaan Munaslub INKINDO di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2009). “Tidak adil, dan tidak boleh menghalang-halangi bisnis keluarga pejabat karena mereka punya hak untuk berbisinis,” kata SBY.

Meski membuka lebar-lebar pintu bagi proyek APBN dan APBD, SBY memberi peringatan dini atas masalah ini. “Saya meminta bisnis keluarga pejabat itu kalau sudah memasuki wilayah APBN dan APBD harus kita teropong,” ujarnya.

Menurut SBY, keluarga pejabat tetap harus berpedoman pada aturan main jika berbisnis terkait proyek APBN dan APBD adalah aturan main. “Jangan melanggar aturan, yang penting jangan ada conflict of interest dari pejabat itu, yang penting jangan ada yang saya katakan mark up,” tukasnya.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang turut dalam pertemuan itu mengamini. Ia anggap, keterlibatan keluarga pejabat di proyek APBN dan APBD selama ini tidak besar. “Sebetulnya tidak besar. Tapi kalau saya tutup mata itu. Makanya kalau ditanya siapa yang menang, saya tidak mengerti,” paparnya, tersenyum melebar.

Djoko menambahkan, selama ini pun pihaknya tidak melihat pemilik perusahaan yang memenangkan proyek-proyek APBN dan APBD. “Saya tidak melihat perusahaan ini milik siapa. Pokoknya aturan begini, kalau memang masuk ya masuk, kalau tidak ya maaf saja. Saya tidak peduli milik siapa itu. Ya pokoknya kami mengikuti Keppres saja,” urainya. ade mayasanto

Dibaca: 421 kali

  • Editor : yul

Kirim Komentar