JAKARTA | SURYA Online - Setelah Katon Bagaskara (vokal) dan Adi Adrian (keyboard) berpisah dengan Romulo Radjadin atau Lilo (gitar) kira-kira tujuh tahun lalu karena perbedaan pandangan dalam bermusik, sebuah pertunjukan musik akan disajikan oleh ketiganya sebagai tanda bahwa mereka akan kembali ke industri musik Indonesia dengan nama KLa Returns.
Pada Sabtu malam besok (29/11), Katon, Lilo, dan Adi akan menggelar sebuah pertunjukan musik berjudul KLa Returns, di Kamasutra, Hotel Crowne Plaza Jakarta. Untuk pementasan tersebut, mereka akan didukung oleh Harry Goro (drum), Henry (bas), serta dua vokalis latar, Neta dan Nina. Selama kurang-lebih sejam, Adi, Lilo, dan Katon akan menyuguhkan sederet hit, sejak KLa Project lahir pada 23 Oktober 1988 di Jakarta. Sebut saja, Tentang Kita, Tak Bisa ke Lain Hati, Semoga, Terpuruk, dan Yogyakarta.
Mereka akan pula membawakan dua lagu baru, Someday dan Tak Ingin Kuberalih. “Someday lebih ke zaman sekarang, dengan melibatkan rapper Christopher Aguilar dari Inggris, sedangkan Tak Ingin Kuberalih lebih ke melodi dan aransemen klasik KLa,” terang Katon kepada Kompas Entertainment, didampingi oleh Lilo dan Adi.
Kedua lagu tersebut berasal dari mini album dalam format CD berjudul KLa Returns, yang akan mereka luncurkan dalam kesempatan yang sama. Album itu berisi hanya empat lagu–Someday dan Tak Ingin Ku Beralih serta Semoga dan Yogyakarta, dua superhit KLa Project. “Dalam rekaman album itu, Semoga dan Yogyakarta kami mainkan ulang dengan aransemen vokal dan musik yang sama dengan yang dulu,” jelas Lilo. Album tersebut diproduksi oleh KLa Production dan diedarkan oleh Disc Tara. Kedua pihak itu bergerak di jalur indie.
Katon, Lilo, dan Adi memiliki alasan untuk memakai nama KLa Returns. “Kami pakai Returns karena kami memang kembali dengan karya baru, enggak cuma reuni dengan ngebawain lagu-lagu lama,” kata Adi. “Kami lebih hebat dari The Police. Mereka cuma reuni dengan mainin lagu-lagu lama,” imbuh Adi berseloroh. Karya baru pertama KLa Returns, mini album tersebut.
Walaupun demikian, mereka tidak bersikap jumawa bahwa, dengan keandalan dan jam terbang yang mereka miliki, mereka mampu serta-merta menaklukkan pasar musik masa kini yang sudah penuh dengan artis-artis musik baru. “Kami jalan step by step saja. Sebagai awal, mini album ini dulu, CD-nya, RBT (ring back tone)-nya,” kata Adi lagi. “Kami juga belajar lagi tentang pasar musik sekarang. Kami datang ke MD-MD (music director) radio, diskusi dengan mereka. Gimana juga, radio tetap paling penting untuk promosi lagu,” sambungnya.
Namun, optimisme tetap melekat pada mereka. “Dulu, pertama kali buat album, dengan single pertama Tentang Kita, kami enggak tahu tentang pasar ketika itu. Tapi, ternyata, lagu itu jadi hit,” ujarnya. Ya, tomorrow never knows… KOMPAS.COM/ATI
Dibaca: 340 kali